Keotentikan Al Qur’an

Keaslian tidak selalu Kebenaran. Dan Kebenaran tidak selalu memerlukan bukti sejarah yang asli. Hampir setiap orang Indonesia pasti mengenal lagu Indonesia Raya. Tapi masih adakah naskah asli Indonesia Raya yang digubah W.R. Supratman itu?

Naskah asli itu ternyata tidak terlalu penting, bila lagu tersebut tidak pernah dilupakan, karena dilagukan atau didengar oleh jutaan orang Indonesia, hampir setiap hari.

Demikian juga yang terjadi dengan Al-Qur’an. Sebenarnya tidak penting, apakah naskah Al-Qur’an yang asli ditulis ketika Nabi masih hidup itu masih ada atau tidak. (Naskah yang ada hingga saat ini adalah naskah yang ditulis pada zaman Sayyidina Ustman bin Affan). Al-Qur’an dihafalkan, dibaca dalam shalat, dan didengarkan di mana-mana oleh ratusan juta ummat Islam di dunia setiap hari. Kalau ada yang mencoba merangkai kata-kata baru di dalam Al-Qur’an, pasti akan ketahuan, seperti kita juga pasti akan tahu, bila ada selipan kata-kata baru dalam lagu Indonesia Raya.

2 Tanggapan to “Keotentikan Al Qur’an”

  1. kok jaman amir abu bakar ash shodiq?bukan masa ustman bin affan?
    btw,yang ini tak terpikir oleh saya.
    salam

    • terima kasih banyak atas koreksinya. mas betul penulisan al qur’an pada zaman sayyidina usman. sedangkan pada zaman abu bakar tu pengumpulannya. kami akan revisi lagi postnya. syukron katsir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: