Tiga konsep dasar menjadi Ummatan Wasathan

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”( QS. 2 : 143 )

Kalimat thoyyibah ” Laa ilaha illallah ” para ulama mengatakan ada dua kandungan rukun, yaitu An-Nafyu (penafian) dan Al-itsbat (penetapan). Seorang muslim yang mereflesikan kalimat tauhid pasti menafikan segala yang disembah selain Ilahul Haq dan menetapkan hanya Allah saja yang berhak untuk disembah. Karena hanya Allah yang Haq, yang lain adalah Bathil. Itulah makna hakiki dari tauhid. Tetapi tauhid kita tidak hanya berhenti sampai disitu. Sebagai Khalifah, kita tidak boleh berhenti sekedar menafikan system barat ( Sekuler ), peradaban barat, budaya, gaya hidup dan seterusnya.

Kita harus melengkapkan tauhid ini dengan menyodorkan konsep, memberikan alternatif system, peradaban, budaya, gaya hidup dan lain sebagainya. Disitulah sifat dasar kepemimpinan. Memberikan pengaruh, memberikan solusi berbagai persoalan hidup dan kehidupan manusia dan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat internal kaum muslimin tetapi lebih luasnya kepada masyarakat diluar kaum muslimin. Maka itulah makna rahmatal lil alamin.

Kita kaum muslimin, yang digelari Allah sebagai Khalifah, untuk merefleksikan kesempurnaan nilai-nilai tauhid, kita tidak hanya berteriak “Hancurkan kebathilan” atau Bathil pasti hancur”, tetapi kebatilan itu harus kita lenyapkan dengan memunculkan Dienul Islam, konsep paripurna, integral yang memberikan solusi atas semua dimensi kehidupan manusia. Konsep ideologi, sosial, budaya, hukum dan lain sebagainya.

Dalam upaya mencerahkan kecemerlangan sinar risalah islam yang kita bawa kepada masyarakat dunia, setidaknya hal-hal yang sangat mendasar harus senantiasa kita tumbuhkan mulai saat ini, yaitu :

a. Memahami konsep dasar Tauhid

Pemahaman yang benar atas konsep Tauhid menjadikan kita berfikir secara utuh, tidak parsial. Sebagaimana perumpamaan Allah tentang kalimat Thoyyibah seperti pohon yang baik. Ia terdiri dari akar, batang dan buah. Konsep yang integral meliputi tiga unsur pokok, Aqidah, Ibadah dan Muamalah.

b. Menjalankan 4 sifat Rasulullah Saw

Sifat rasul yang 4, Shidiq ( jujur ), Amanah ( kapabel ), Fathonah ( Smart ) dan Tabligh ( Informatif ), sudah harus menjelma dalam karakter kehidupan seorang muslim. Kekurangan dari sifat sifat dasar yang harus ada pada seorang muslim dari empat sifat diatas akan menyirnakan cahaya islam dan kaum muslimin. “Al-islamun Mahjubun bil muslimin” Islam itu terhalang kecemerlangannya dengan ulah kaum muslimin itu sendiri. Dengan ulah kita akhirnya membuat noda atas islam. kita tanpa sadar mereduksi keindahan dan kesempurnaan islam.

c. Memiliki wawasan internasional yang memadai

Islam tidak hanya untuk orang-orang arab atau keturunan orang arab saja. Islam untuk semua orang. Tugas kita sebagai Umatan Wasathan adalah tugas langsung dari Allah yang begitu mulia. Suatu umat yang akan menjadi WASIT dalam masalah masalah kehidupan dunia. Wasit yang ditunggu tunggu keputusannya, wasit yang tidak curang, wasit yang adil. Wasit yang tidak Korup, wasit yang semua orang menjadi saksi atas adilnya melakukan keputusan hukum. Adalah sangat pantas jika Umatan Wasathon memiliki wawasan yang luas tentang dunia luar, karena dunia yang dipimpinnya tidak hanya sebatas rumah tinggalnya atau negeri yang dia tinggal didalamnya.

Demikianlah 3 Modal dasar yang harus kita hidupkan dan tanamkan dalam pribadi setiap muslim dalam bagaimana mewujudkan sebuah sebutan Islam Rahmatal Lil ‘Alamin atau Umatan Wasathan.

Wallahu’Alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: