Strategi pengembangan hukum Islam di Indonesia

Secara umum ada dua jalan yang ditempuh dalam merubah sistem sekular menjadi Islam:

Pertama, jalan parlemen. Jalan ini menggunakan logika linier, yaitu partai politik ikut dalam parlemen untuk merumuskan perundang-undangan sesuai dengan syariah. Namun fakta menunjukan jalan ini tidak menuju kepada perubahan total, tapi hanya bersifat parsial. Karena posisi partai ini, secara sistemik telah dibuat tidak independen, tidak berkutik untuk bisa merubah sistem, hal tersebut nampak dalam sistem Pemilu yang hanya mengganti orang tapi tidak mengganti sistem.

Partai yang masuk ke-parlemen ini, tentu telah “disandera” oleh Demokrasi, dengan ratifikasi-ratifikasi yang berisi klausul-klausul dan regulasi-regulasi tertentu yang mereka tidak bisa mengubahnya. Jangankan untuk merubah sistem, untuk menolak kenaikan BBM pun, nampaknya partai Islam maksimal hanya bisa Interpelasi tanpa aplikasi.

Selain itu juga, ketika Rasulullah saw. ditawari oleh para Pemuka Quraisy untuk meninggalkan dakwah dan bergabung dengan “Parlemen” Makkah Bani Quraisy, serta-merta Rasulullah saw. menolak, dan bersabda:

Demi Allah, seandanya matahari diletakkan di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku menanggalkan perkara (dakwah) ini, aku tidak akan meninggalkannya hingga agama ini tegak atau aku mati karena (membela jalan)-Nya. (HR. Ibn Hisyam, dalam As-Sirah an-Nabawiyah)

kedua adalah, jalan perubahan melalui jalan ummat (‘an thariq al-ummah). Metode ini adalah metode yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw. metode tersebut berupa pembinaan umat Islam dan berinteraksi dengan mereka hingga terbentuk kesadaran umum pada diri mereka, bahwa mereka adalah umat yang terbaik untuk seluruh manusia, lalu muncul pula kesadaran bahwa masalah utama umat Islam saat ini adalah mengembalikan Khilafah Islam yang akan menerapkan Syariah Allah di dalam negeri, mengemban risalah Islam keseluruh dunia, dan menyatukan umat di bawah panji la ilaha ilallah.

Umat pun sadar bahwa mengembalikan Khilafah itu harus dilakukan melalui thalab an-nushrah (mencari dukungan), yakni penyampaian Islam yang ditujukan kepada ahl al-Quwwah dan pihak-pihak yang berpengaruh seperti politisi, orang kaya, tokoh masyarakat, melalui media massa dsb. Melalui pendekatan intensif mereka semua sepakat dengan syariah dan mendukung perjuangan partai bersama rakyat. Sejatinya aktifitas ini tidak akan terbendung. insyaAllah umat dan ahl al-Quwwah akan secara alami -dengan kesadarannya- untuk mengganti sistem yang ada, seperti yang telah terjadi pada masa Rasulullah saw. ketika opini umum tentang Syariah menggema di seantero Madinah, walau pendiduduk Madinah kala itu belum bertemu Rasul,
Hal ini yang semestinya menjadi, renungan bagi Partai-partai yang berbasis Islam maupun ke-Islam-Islaman. Wallahu ‘alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: